- Pengertian Peramalan.
Peramalan merupakan gambaran tentang
keadaan perusahaan pada masa yang akan datang dan gambaran ini sangat penting
peranannya bagi perusahaan. Karena dengan gambaran tersebut maka perusahaan
dapat memprediksi langkah-langkah apa saja yang dapat diambil untuk memenuhi
permintaan konsumen.
Berikut
pengertian peramalan menurut pendapat dari beberapa ahli:
- Peramalan Adalah suatu cara untuk mengukur atau menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang mendatang.(Gunawan dan Marwan, 2004 : 148).
- Peramalan. Adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. (Nasution dan Prasetyawan, 2008: 29)
- Peramalan Adalah perhitungan yang objektif dan dengan menggunakan data-data masa lalu, untuk menentukan sesuatu di masa yang akan datang. (Sumayang, 2003 : 24).
- Peramalan sebagai “Seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan”. (Render dan Heizer, 2005 : 136)
- Peramalan Merupakan suatu dugaan terhadap permintaan yang akan dating berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis. (Gaspersz, 2005 : 72)
Dari kelima pengertian yang dipaparkan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa pengertian peramalan merupakan suatu seni dari ilmu memprediksi sesuatu yang belum terjadi dengan tujuan untuk memperkirakan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dimasa depan nantinya dengan selalu memerlukan data-data dari masa lalu. Sehingga dengan peramalan, maka kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan diikuti dengan kesiapan untuk mengantisipasinya.
2. Tujuan peramalan
Menurut (Gaspersz, 2005 : 75) tujuan
peramalan adalah untuk meramalkan permintaan dan item-item independent
demand di masa yang akan datang, sedangkan menurut (Subagyo, 2002 :
1) tujuan peramalan adalah mendapatkan peramalan yang bisa meminimalkan
kesalahan meramal (Forecast Error) yang bisa diukur dengan Mean
Absolute Error (MAE) dan Mean Squared Error. Dengan adanya
peramalan penjualan ini berarti manajemen perusahaan telah mendapatkan
gambaran perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga manajemen
perusahaan akan memperoleh masukan yang sangat berarti dalam menentukan
kebijaksanaan perusahaan.
3. Tahap-tahap Peramalan
Ada sembilan langkah yang harus
diperhatikan yang digunakan untuk menjamin efektivitas dan efisiensi
dari sistem peramalan sebagai berikut (Gasperzs, 2005 : 74) :
- Menentukan tujuan dari peramalan.
- Memilih item yang akan diramalkan.
- Mentukan horizon waktu peramalan : Apakah jangka panjang (lebih dari 1 tahun), jangka menengah (1-12 bulan), atau jangka pendek (1-30 hari).
- Memilih model-model peramalan.
- Memperoleh data yang dibutuhkan untuk melakukan peramalan.
- Validasi model peramalan.
- Membuat peramalan.
- Implementasikan hasil-hasil peramalan.
- Memantau keandalan hasil peramalan.
Menurut (Render dan Heizer 2001 : 46) peramalan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu
- Peramalan Ekonomi: Membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, suplai uang permulaan dan indikator-indikator yang lain.
- Peramalan Teknologi: Tingkat kemajuan teknologi yang akan melahirkan produkproduk baru yang mengesankan, membutuhkan pabrik dan peralatan lain.
- Peramalan Permintaan: Proyeksi permintaan untuk produk atau jasa perusahaan.
- Peramalan Yang Bersifat Subyektif: Peramalan Subyektif lebih menekankan pada keputusankeputusan hasil diskusi, pendapatan pribadi seseorang dan institusi yang meskipun kelihatan kurang ilmiah tetapi dapat memberikan hasil ilmiah yang baik, Peramalan Subyektif akan diwakili oleh :
- Metode Delphi: Metode Delphi merupakan cara sistematis untuk mendapatkan keputusan bersama dari suatu grup yang terdiri dari para ahli dan berasal dari disiplin yang berbeda. Metode Delphi ini dipakai dalam peramalan tekhnologi yang sudah digunakan pada pengoperasian jangka panjang.
- Metode Penelitian Dasar: Metode ini mengumpulkan dan menganalisa fakta secara sistematis pada bidang yang berhubungan dengan pemasaran. Penelitian dasar sering digunakan dalam merencanakan produk baru, system periklanan dan promosi yang tepat
- Peramalan Obyekti: Peramalan Obyektif merupakan prosedur peramalan yang mengikuti aturan-aturan matematis dan statistik dalam menunjukkan hubungan antara permintaan dengan satu atau lebih varibel yang mem-pengaruhinya. Peramalan obyektif terdiri atas 2 metode :
- Metode Instrinsik: Metode ini membuat peramalan hanya berdasarkan pada proyeksi permintaan histeris tanpa mempertimbangkan faktor-faktor internal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan.
- Metode Ekstrinsik: Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin dapat mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang dalam model peramalan. ( Arman Hakim Nasution, 2003 : 32-33 ).
- Peramalan Jangka Panjang: Rentang waktunya biasanya tiga tahun atau lebih.
- Peramalan Jangka Menengah: Ramalan jangka menengah biasanya berjalan tiga bulan hingga tiga tahun.
- Peramalan Jangka Pendek: Rentang waktunya mencapai satu tahun tetapi umumnya kurang dari tiga bulan.
